Jumat, 27 Februari 2015

PESAN TERAKHIR BADEN POWELL


Pandu-pandu yang kucinta,
Jika kamu pernah melihat sandiwara “ Peter Pan “, maka kamu akan ingat, mengapa pemimpin bajak laut selalu membuat pesan-pesannya sebelum ia meninggal, karena ia takut, kalau-kalau ia tak sempat lagi mengeluarkan isi hatinya, jika saat ia menutup
matanya telah tiba.

Demikian halnya dengan diriku. Meski pun waktu ini aku belum akan meninggal, namun saat itu akan tiba juga bagiku. Oleh karena itu aku ingin menyampaikan kepadamu sekedar kata perpisahan untuk minta diri ….
Ingatlah, bahwa ini adalah pesanku yang terakhir bagimu. Oleh karena itu renungkanlah.
Hidupku adalah sangat berbahagia dan harapanku mudah-mudahan kamu sekalian masing-masing juga mengenyam kebahagiaan hidupmu seperti aku.
Saya yakin, bahwa Tuhan menciptakan kita dalam dunia yang bahagia ini untuk hidup berbahagia
dan bergembira. Kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, juga tidak dari jabatan yang menguntungkan, atau pun dari kesenangan bagi diri sendiri.
Jalan menuju kebahagiaan ialah membuat dirimu lahir dan batin sehat dan kuat pada waktu kamu
masih anak-anak, sehingga kamu dapat berguna bagi sesamamu dan dapat menikmati hidup, jika kelak kamu telah dewasa.
Usaha menyelidiki alam akan menimbulkan kesadaran dalam hatimu, betapa banyak keindahan dan keajaiban yang diciptakan Tuhan di dunia ini supaya kamu dapat menikmatinya.
Lebih baik melihat kebagusan-kebagusan pada suatu hal daripada mencari kejelekan-kejelekannya.
Jalan nyata yang menuju kebahagiaan ialah membahagiakan orang lain. Berusahalah agar supaya kamu dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada tatkala kamu tiba
di dalamnya.
Dan bila giliranmu tiba untuk meninggal, maka kamu akan meninggal dengan puas, karena kamu tak menyia-nyiakan waktumu, akan tetapi kamu telah mempergunakannya dengan
sebaik-baiknya.
Sedialah untuk hidup dan meninggal dengan bahagia. Masukkan paham itu senantiasa dalam
Janji Pandumu, meski pun kamu sudah bukan kanak-kanak lagi, dan Tuhan akan berkenan mengkaruniai pertolongan padamu dalam usahamu.
Temanmu,
Baden Powell of Gilwell

Tidak ada komentar:

Posting Komentar